jumardilatahzan

ISLAM CUMA SATU

In Latahzan on 13/02/2011 at 11:38 am

Islam Itu Cuma Satu

Ada seorang bertanya kepada saya mengenai apa itu sunni? Apa itu syiah? Apa itu islam fundamentalis? Apa itu islam liberal, moderat, dan lain-lain.

Saya agak terperangah sedikit saat mendengar pertanyaan-pertanyaan itu. Dalam hati saya bergumam, kok islam banyak sekali ya. lalu sayapun bertanya pada diri saya sendiri, siapakah yang menamai islam seperti ini dan itu. Apakah istilah itu dari kaum muslimin sendiri, ataukah dari pihak diluar islam?

Saya jadi berpikir, apakah dulu waktu jaman nabi ada istilah-istilah seperti itu? Bila tidak, apa maksud dari bermunculannya istilah-istilah itu pada jaman sekarang ini? Apakah sengaja dikeluarkan untuk memecah belah umat islam? Aataukah memang hanya untuk memberi penamaan suatu kelompok islam saja yang mungkin berbeda pendapat dengan kelompok islam lainnya? Wallahu’alam.

Tapi yang bikin saya sedikit marah adalah kenyataan bahwa islam ini dan islam itu bertentangan, seperti dua orang musuh, padahal nabinya sama, tuhannya sama dan kitabnya sama.

Ada apa ini?

Hati saya seperti berteriak bilang begini sama saya, “Islam itu cuma satu. Gak ada lagi selain itu. Dari dulu islam itu cuma satu. Gak ada istilah islam ini dan islam itu. Gini aja deh gampangnya, barangsiapa yang bertuhankan Allah SWT dan ber-nabi-kan Muhammad SAW, maka dia adalah seorang muslim, saudara kita, yang harus kita lindungi darah, harta dan kehormatannya…”

Lalu saya bilang sama teman saya itu, “Saya gak tau istilah-istilah itu. Yang saya tau islam itu cuma satu, namanya ISLAM. Gak ada yang namanya islam ini-islam itu. Sekali lagi islam itu ya islam, gak ada yang lain. Kalau ada yang tanya hal yang seperti itu lagi bilang aja gak tau, yang saya tau islam ya islam. titik.”

Pulang saya kembali merenung. Apa ini tipu daya orang-orang yang membenci agama kami dengan membuat istilah ini dan itu, mengkotak-kotakkan umat islam agar bila mereka berbeda pendapat mereka akan terpecah belah. Saya harus hentikan ini. Setidaknya harus dimulai dari diri saya sendiri. Jangan ada lagi istilah-istilah seperti itu. Itu mungkin yang membuat umat islam yang kurang teguh keimanannya dan dangkal pengetahuannya tentang islam menjadi bingung, menjadi terpecah belah satu sama lain, padahal kita semua bersaudara.

Mari kita semua sebagai umat islam melebur menjadi satu dalam ISLAM. Islam yang gak ada istilah lain selain islam itu sendiri.

Jangan mau diperdaya dengan istilah-istilah itu. Itu pemahaman sempit yang menggiring penalaran kita untuk mempercayai bahwa ada beberapa golongan dalam islam yang saling berseberangan (padahal sebenarnya tidak), dan itu pada akhirnya berujung kepada pengkotak-kotakan umat islam, yang bisa dipastikan bermuara pada perpecahan. naudzubillah min dzalik.

Aku cuma bisa menyeru bahwa islam itu semuanya bersaudara. Gak ada istilah islam ini dan islam itu. Jika ada yang bertanya maka jawab bahwa islam itu ya islam, gak ada lagi selain itu. baik sunni, syiah, ataupun yang lainnya, mereka itu umat islam, saudara kita, yang bila sedang berselisih harus kita damaikan, harus dicari jalan keluar, bukan memenangkan salah satunya, bukan malah memperkeruh suasana. Bukankah Rasulullah sendiri bersabda bahwa barangsiapa melihat saudara muslimnya sedang bertikai, maka wajib diantara kita untuk melerainya, mendamaikannya sehingga mereka kembali bersaudara. Tidak sadarkah kalian saat kalian bertengkar satu sama lain Iblis dan setan tertawa menyunggingkan senyum lebarnya? maka dari itu hentikanlah. Pasti ada solusi bagi setiap permasalahan. Islam harus bersatu bila ingin kuat. Islam harus satu bila ingin melihat kejayaan islam lagi.

Akhirulkalam… Islam ya islam.

Islam cuma ada satu, yaitu ISLAM.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: