jumardilatahzan

Sejarah Pergerakan Nasional…

In Latahzan on 28/02/2011 at 12:47 pm

ZAMAN PERGERAKAN NASIONAL Oleh :

A. Latar Belakang Timbulnya Pergerakan Nasional.

Sejak menginjakkan kakinya di bumi Indonesia pada tahun 1956, penjajah

Belanda kurang memperhatikan kesejahteraan golongan pribumi (orang-orang

Indonesia). Mereka terus mengeruk kekayaan alam dan menindas rakyat Indonesia,

tanpa mau memperhatikan nasib rakyat itu sendiri. Pada akhir abad ke-19, C.Th.van

Deventer mengkritik keadaan itu melalui salah satu karangannya yang berjudul

Utang Budi.

C.Th van Deventer antara lain menyetakan bahwa kemakmuran Belanda

diperoleh berkat kerja dan jasa orang Indonesia. Oleh sebab itu, bangsa Belanda

sebagai bangsa yang maju dan bermoral harus membayar utang budi kepada bangsa

Indonesia. Caranya adalah dengan menjalankan Politik Balas Budi atau dikenal

dengan sebutan Politik Etis.

Politik Etis yang diuslkan olehC.Th van Deventer berisi tentang perbaikanperbaikan

dalam bidang irigasi (pengairan), transmigrasi (perpindahan), dan

edukasi (pendidikan). Akan tetapi pelaksanaannya tidak terlepas dari kepentingan

pemerintah Hindia Belanda. Politik Etis sebenarnya merupakan bentuk penjajahan

kebudayaan yang halus sekali. Program edukasi itu sendiri sebenarnya merupakan

pelaksanaan dari Politik Asosiasi yang berarti penggantian kebudayaan asli tanah

jajahan dengan kebudayaan penjajah.

Walaupun menyimpang dari tujuan semula, beberapa pelaksanaan dari

Politik Etis telah membawa pengaruh yang baik. Misalnya, dengan didirikannya

sekolah-sekolah untuk golongan pribumi. Tujuannya adalah untuk memperoleh

tenaga baru pegawai rendah yang bersedia digaji lebih murah dari pada tenaga

bangsa-bangsa Belanda.

Banyaknya penduduk pribumi yang bersekolah telah menghasilkan kaum

cerdik pandai dikalangan penduduk pribumi. Kaum cerdik pandai inilah yang

mempelopori kesadaran kebangsaan, yaitu suatu kesadaran tentang perlunya

persatuan dan kesatuan bangsa. Peristiwa timbulnya kesadaran berbangsa disebut

Kebangkitan Nasional Indonesia. Kaum cerdik pandai ini pula yang mempelopori

dan memimpin pergerakan nasional pada awal abad ke-20.

B. Organisasi-Organisasi dan Tokoh-Tokoh Pergerakan Nasional.

1. Budi Utomo.

Pada tahun 1906 di Yogyakarta dr. Wahidin Sudirohusodo mempunyai

gagasan untuk mendirikan studiefonds atau dana pelajar. Tujuannya adalah

mengumpulkan dana untuk membiayaai pemuda-pemuda bumi putra yang pandai,

tetapi miskin agar dapat memneruskan ke sekolah yang lebih tinggi. Untuk

mewujudkan gagasan nya tersebut, beliau mengadakan perjalanan keliling jawa.

Ketika sampai di Jakarta, dr. Wahidin Sudirohusodo bertemu dengan

mahasiswa-mahasiswa STOVIA. STOVIA adalah sekolah untuk mendidik dokterdokter

pribumi. Mahasiswa-mahasiswa tersebut antara lain Sutomo, Cipto

Mangunkusumo, Gunawan Mangunkusumo, Suraji, dan Gumbrek. Dr. Wahidin

Sudirohusodo memberikan dorongan kepada mereka agar membentuk suatu

organisasi. Dorongan tersebut mendapat sambutan baik dari para mahasiswa

STOVIA.

Pada tanggal 20 Mei 1908 bertempat di Gedung STOVIA. Para mahasiswa

STOVIA mendirikan organisasi yang diberi nama Budi Utomo. Budi Utomo artinya

budi yang utama. Tanggal berdirinya Budi Utomo yaitu 20 Mei dijadikan sebagai

Hari Kebangkitan Nasional.

2. Serikat Dagang Islam.

Revolusi Nasional Cina yang dipelopori oleh dr. Sun Yat Sen pada tanggal

10 Oktober 1911 telah berpengaruh terhadap orang-orang Cina perantauan di

Indonesia. Mereka segera mendirikan ikatan-ikatan yang bercorak nasionalis Cina.

Kedudukan mereka dibidang ekonomi sangat kuat. Mereka menguasai penjualan

bahan-bahan batik. Para pedagang batik pribumi merasa terdesak atau dirugikan.

Untuk menghadapi para pedagang Cina itu, pada tahun 1911 para pedagang

batik Solo dibawah pimpinan H. Samanhudi mendirikan Serikat Dagang Islam

(SDI). Tujuan berdirinya Sarikat Dagang Islam adalah :

a. Memajukan perdagangan.

b. Melawan monopoli pedagang tionghoa, dan

c. Memajukan agama Islam.

Serikat Dagang Islam mengalami perkembangan pesat karena bersifat nasionalis,

religius, dan ekonomis.

3. Indische Partij.

Indische Partij didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912 .

Pendirinya adalah dr. E.F.E Douwes Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar

Dewantara.

IP bertujuan mempersatukan bangsa Indonesia untuk mencapai

kemerdekaan. Tokoh-tokoh IP menyebarluaskan tujuannya melalui surat kabar.

Dalam waktu singkat IP mempunyai banyak anggota. Cabang-cabangnya tersebar di

seluruh Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda menganggap organisasi ini

membahayakan kedudukannya. Pada bulan Maret 1913 Pemerintah Hindia Belanda

melarang kegitan IP. Pada bulan Agustus tahun yang sama para pemimpin IP dijatuhi

hukuman pengasingan.

4. Partai Nasional Indonesia.

Pada tanggal 4 Juli 1927 para pengurus Algemeene Studie Club

(Kelompok Belajar Umum) di Bandung mendirikan perkumpulan baru

yang dinamakan Perserikatan Nasional Indonesia. Mereka adalah Ir. Soekarno,

Mr. Sartono, dr. Samsi, Mr. Iskaq Cokrohadisuryo, Mr. Budiarto, Mr. Ali

Sastroamijoyo, Mr. Sunario, dan Ir. Anwari. Perkumpulan ini kemudian berganti

nama menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI), dll.

C. Usaha Mempersatukan Partai-Partai.

Di Indonesia terdapat berbagai pergerakan yang terpisah-pisah satu sama

lain. Keadaan ini kurang menguntungkan bagi perjuangan bangsa Indonesia untuk

menuju Indonesia merdeka. Beberapa tokok pergerakan segera menyadari keadaan

ini. Mereka berusaha mempersatukan organisasi-organisasi pergerakan yang ada pada

waktu itu.

1. Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI).

Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia

(PPPKI) didirikan pada tanggal 17 Desember 1927. Anggopta PPPKI terdiri atas

Partai Nasional Indonesia, Partai Serikat Islam, Budi Utomo, Pasundan, Sumatranen

Bond, Kaum Betawi, dan Indonesische Studie Club. Tujuan PPPKI adalah :

a. Menyamakan arah aksi kebangsaan serta memperkuat dan

memperbaiki organisasi dengan melakukan kerjasama diantara

anggota-anggotanya,

b. Menghindarkan perselisihan diantara para anggotanya yang dapat

memperlemah aksi kebangsaan.

Pengurus PPPKI disebut Majelis Pertimbangan yang terdiri atas ketua,

penulis, bendahara, dan wakil-wakil dari partai-partai yang tergabung didalamnya.

2. Gabungan Politik Indonesia (GAPI).

GAPI adalah organisasi kerja sama antara partai-partai politik di

Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tanggal 21 Mei 1939. GAPI berdiri atas

prakarsa Muhammad Husni Thamrin. Anggota GAPI adalah Parindra,

Pasundan,Gerindo, Persatuan Minahasa, PSII, PII, dan Perhimpunan Politik Katolik

Indonesia. GAPI membentuk pengurus yang disebut Secretariat Tetap. Pengurus

Sekretariat Tetap dijabat oleh Abikusno Cokrosuyoso dari PSII 9Penulis Umum ),

Muhammad Husni Thamrin dari Parindra (bendahara), dan Mr. Amir Syarifuddin dari

Gerindo (pembantu penulis).

GAPI beberapa kali mengadakan kongres. Pada Kongres Rakyat Indonesia

yang diselenggarakan pada tanggal 23-25 Desember 1939 dihasilkan beberapa

keputusan sebagai berikut :

a. Menuntut Indonesia berparlemen. Tuntutan ini dilakukan sebagai reaksi

atas ditolaknya Petisi Sutarjo dalam Volskraad sehingga Volskraad

dianggap bukan parlemen.

b. Diakuinya Merah Putih sebagai bendera persatuan, Indonesia Raya

sebagai lagu persatuan, dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

D. Pergerakan Kaum Wanita.

Pada awalnya pergerakan wanita Indonesia dilakukan oleh perorangan.

Pelopor pergerakan wanita pada masa itu adalah R.A Kartini dan R. Dewi Sartika .

Keduanya ingin mengangkat derajat kaum wanita melalui pendidikan.

Perhatian yang besar dari R.A Kartini dan R. Dewi Sartika terhadap kaum

wanita telah mengilhami pergerakan kaum wanita untuk membentuk organisasi. Pada

awalnya tujuan organisasi perempuan itu untuk memperbaiki kedudukan sosialnya.

Namun, dalam perkembangannya organisasi itu juga berwawasan kebangsaan.

1. Kongres I Perempuan Indonesia.

Pada tanggal 22 – 25 Desember 1928 beberapa perkumpulan perkumpulan

wanita Indonesia mengadakan Kongres Perempuan Indonesia. Tujuan kongres adalah

mempersatukan cita-cita dan usaha untuk memajukan wanita Indonesia. Dalam

kongres tersebut antara lain diputuskan mendirikan gabungan perkumpulan wanita

yang bernama Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI).

2. Istri Sedar (IS).

Pada tangga 22 Maret 1930 di Bandung didirikan perkumpulan Istri

Sedar. Pendirinya adalah Nona Suwarni Joyoseputro. Tujuannya menuju pada

kesadaran wanita Indonesia dan derajat hidup Indonesia untuk mempercepat dan

menyempurnakan Indonesia merdeka. Meskipun bukan merupakan organisasi politik,

tetapi dalam kampanyenya Istri Sedar sering menyarakan sikap antipenjajah. Oleh

sebab itu, organisasi ini mendapat pengawasan dari Pemerintah Hindia Belanda.

E. Sumpah Pemuda

1. Pergerakan Pemuda Berdasarkan Kedaerahan

para pemuda tidak tinggal diam melihat penderitaan yang dialami

bangsanya. Mereka segera mendirikan perkumpulan-perkumpulan kepemudaan.

Mula-mula perkumpulan itu bersifat kedaerahan. Akhirnya, perkumpulanperkumpulan

tersebut menjadi bersifat nasional. Perkumpulan- perkumpulan

kepemudaan yang bersifat kedaerahan antara lain :

a. Tri Koro Darmo

Tri Koro Darmo didirikan pada tanggal 7 maret 1915 di gedung Kebangkitan

Nasional, Jakarta. Tri Koro Darmo artinya Tiga Tujuan Mulia. Tri Koro Darmo

didirikan oleh dr. Satiman Wiryosanjoyo (ketua), Wongsonegoro (wakil ketua), dan

Sutomo (sekretaris). Sebagian beasar anggotannya adalah murid-murid sekolah

menengah asal Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada kongres I yang diselenggarakan

di Solo pada tanggal 12 Juni 1918, nama Tri Koro Darmo diubah menjadi Jong

Javanen Bond (Jong Java).

b. Jong Minahasa

Perkumpulan ini didirikanpada tanggal 6 Januari 1918. tujuannya adalah

mempererat rasa persatuan sesama pemuda yang berasal dari Minahasa dan

memajukan kebudayaan daerah Minahasa. Tokoh-tokohnya antara lain : T.A.

Kandou, J.S. Warouw, L. Palar, dan R.C.L Senduk.

2. Pergerakan Pemuda dalam Bentuk Kelompok Belajar

a. Indonesiche Studie Club (ISC)

Didirikan di Surabaya pada tanggal 11 Juni 1924. pendirinya adalah dr. Sutomo.

Tujuan ISC adalah memberi semangat kaum terpelajar agar memiliki kesadaran

terhadap masyarakat, memperdalam pengetahuan politik, serta mendiskusikan

masalah-masalah pelajaran dan perkembangn sosial politik Indonesia. ISC kemudian

menjadi Partai Persatuan Bangsa Indonesia.

b. Algemeene Studie Club (ASC)

Didirikan di Bandung oleh Ir. Soekarno dan Ir. Anwari. Tujuannya sama dengan

ISC. Asas perjuangannya adalah nonkooperasi. ASC kemudian menjadi Partai

Nasional Indonesia.

3. Pergerakan Pemuda Berdasarkan Kebangsaan dan Keagamaan

a. Perhimpunan Indonesia (PI)

Didirikan di Belanda pada tahun 1908. Mula-mula bernama Indonesiche

Vereeniging, pada tahun 1925 diubah namanya menjadi Perhimpunan Indonesia.

Pada tahun 1927 pemerintah Belanda menahan para pengurus PI antara lain : Moh.

Hatta, Nazir Datuk Pamuncak, A. M. Joyodiningrat, dan Ali Sastroamijoyo. Mereka

kemudian diadili di pengadialan Den Haag, Belanda.

b. Jong Islamienten Bond

Perkumpulan ini didirikan pada tanggal 1 Januari 1926 oleh anggotanya yang

keluar dari Jong Java. Tokoh-tokohnya antara lain : R. Sam Haji Agus Salim, Moh.

Rum, Wiwoho, Hasim, Sadewo, M. Juari, dan Kasman Singodimejo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: